Mengapa Covert Selling?

Mengapa Covert Selling?

Apa Itu Covert Selling?

Covert selling diartikan sebagai penjualan terselubung. Secara harfiah, covert selling adalah teknik berjualan dengan memasukkan sebuah informasi yang berhubungan dengan penjualan secara sekilas, ke pikiran bawah sadar calon pembeli.

Karena terselubung maka teknik ini mengarahkan si seller untuk menjual, tapi tidak terlihat seperti sedang berjualan. Ya, karena pada umumnya orang enggan kalo diprospek. Dengan teknik ini orang yang kita bidik untuk menjadi calon konsumen kita tidak akan merasa sedang diprospek (ditawari produk jualan kita).

Yang menjadi sasaran di sini adalah alam bawah sadar si calon pembeli. Itu lah mengapa seorang seller akan mengarahkan calon pembeli melalui kalimat, informasi atau cerita yang tidak spesifik langsung ke produk.

Teknik covert selling ini banyak digunakan dalam dunia digital marketing, atau online marketing, terutama dalam bentuk status, post atau story di media sosial.

Contoh Penerapan Covert Selling

Covert selling berbeda dengan hard selling yang cenderung mendorong seseorang berpikir logis dengan otak. Teknik ini cenderung soft selling, dengan membangkitkan perasaan, rasa ingin tahu, dan emosional pembaca.

Untuk lebih mudah memahaminya, simak contoh copywriting berikut ini….

Contoh 1 :

“Idola para bunda banget ini! Hijab edisi anak T-Series ini nggak nyangka langsung ludes dalam sehari. Seneng banget, tapi juga sedih karena banyak bunda yang nggak kebagian di PO pertama. Bismillah, semoga di PO selanjutnya bisa kebagian semua..”

Contoh 2 :

“Yah Bun, T-Series baru saja mengeluarkan hijab edisi anak terbaru nih. Bahannya dijamin bagus dengan berbagai model cantik dan manis. Untuk yang mau order Bun, silahkan chat WA di 081xxxxxxx ya.”

Tujuannya sama- sama mempromosikan hijab edisi anak T-Series.

Namun menurut Anda, mana yang lebih enak untuk dibaca dan membuat penasaran? Jawabannya sudah pasti yang contoh 1.

 

Contoh Copywriting Covert Selling Produk Webinar

“Gokil abis sih respon buat webinar akhir bulan nanti.

Ternyata pesertanya juga banyak dari alumni webinar Saya sebelumnya.

Hmm Kayaknya sih pada penasaran gara- gara materi dari webinar sebelumnya nendang dan daging abis, hahaha….

Semoga aja yang udah waiting list dari minggu kemarin kebagian semua.

Dan semoga ilmu yang di-share nanti jadi berkah buat semuanya (Amin paling serius).”

 

Contoh Copywriting Covert Selling Promo Tool

“Berasa capek jadi berkah itu pas jaman cari follower instagram real dulu pake metode follow unfollow.

Kayak dapet berkah luar biasa pas following, terus banyak yang follback. Berasa jadi Instagrammer paling beruntung, wkwkwkwk

Tapi capek nya sama konsistennya itu sebenernya warbiyasak juga. Pas sekarang udah pake tool otomatis ini, jadi berasa kalau yang dulu itu terlalu ngabisin waktu. Sekarang berasa kerja lebih efektif, dan follower nambahnya banyak terus setiap hari secara bertahap.

Ada yang mau dibisikin nggak nih tool yang lagi Saya pakai?”

 

Contoh Copywriting Covert Selling Produk Skincare

“Bahagianya cewek itu sebenarnya sederhana banget. Lagi jalan- jalan, eh ketemu temen lama. Dan dia keliatan pangling sama gue, “Bening amat lu sekarang, tambah cantik banget…”

Dalam hati gue bilang, “Iya lah… sekarang kan udah melek skin care. Pinter milih skin care jadi bikin gue nggak bulukan lagi kayak jaman baheula. Wkwkwkwk”

 

Komponen dalam Covert Selling

Covert Selling cukup mudah dipahami setelah mengintip contoh di atas. Selanjutnya, untuk bisa menciptakan konten Covert Selling yang baik, Anda perlu mengenal komponen penting dalam Covert Selling.

Komponen ini lah yang membantu Anda menciptakan konten jualan yang tidak terlihat langsung, namun ampuh mempengaruhi alam bawah sadar calon pembeli.

Apa saja?

Mari kita simak bersama tiga poin penting tersebut.

  1. Curiosity (Membangkitkan Rasa Penasaran)

Kunci penting dalam memainkan Covert Selling adalah membangkitkan Rasa Penasaran untuk mereka yang membaca (konten teks), melihat (video), atau mendengarkan (audio, podcast, dsb) konten Anda.

Anda perlu membuat konten yang meningkatkan jiwa kepo pembaca sehingga mereka ingin bertanya atau mencari tahu tentang apa yang Anda bicarakan.

Misalnya dalam contoh covert selling di atas, konten tersebut memancing pembaca untuk bertanya atau mencari tahu tentang produk itu, meski kontennya tidak secara gamblang membicarakan tentang produk.

Pembaca akan bertanya- tanya, tool apa sih yang kerjanya efektif itu dibanding cara manual selama ini? Eh, emang itu webinar apaan sih yang materinya daging banget? Atau skin care apa ya…

  1. Ambiguity (Bermakna Ganda)

Poin penting selanjutnya dalam Covert Selling adalah membangun konten bermakna ganda atau ambiguitas..

Artinya, pembaca satu dan yang lainnya, bisa mempunyai persepsi berbeda dalam menelaah konten Anda.

Anda tidak perlu repot- repot memikirkan seperti apa persepsi untuk pembaca. Highlight nya, ini harus mengarahkan alam bawah sadar mereka ke persepsi positif terhadap konten dan produk Anda.

Misalnya untuk webinar tadi, persepsi mungkin terbagi ke beberapa hal.

Yang pertama, materi webinar adalah daging dan bermanfaat. Kedua, harus cepat- cepat join waiting list agar kebagian.

Contoh lain :

Baru launching, udah ludes terjual. Gokil emang tool yang satu ini!

Nah, di sini ada kata- kata yang mengandung ambiguitas atau bahkan satu frase kalimat.

Sudah ludes terjual bisa menimbulkan persepsi semua produk habis terjual atau terjual dalam banyak satuan. Bisa 50 pcs, 100 pcs atau lebih, tidak ada angka pasti.

Gokil emang tool yang satu ini, mengisyaratkan jika tool bekerja dengan sangat efektif atau sangat cepat atau sangat maksimal..

  1. Emotionally (Membangkitkan Emosi/ Perasaan)

Selain mengandung dua hal di atas, poin ini juga tidak boleh terlewatkan. Karena konten dalam covert selling harus bisa membangkitkan emosi dari calon pembeli. Saat mereka menyimak konten, emosi mereka akan ikut muncul ke permukaan.

Untuk memenuhi poin ini, Anda bisa mengkombinasikan copywriting Covert Selling dan Storytelling. Buatlah cerita menarik, bisa singkat atau sedikit lebih panjang, yang membuat emosi pembaca tersentuh.

Anda bisa melihat contoh copywriting covert selling berikut ini :

“Saya dulu memang paling ogah- ogahan ikut webinar marketing. Alasannya klasik sih, takut kecele. Karena dulu banget pernah 1-2 kali join, ehhh materinya biasa aja dong. Yang ada gue malah ngrundel di belakang : ‘Ini mah gue juga pernah baca di Google’.

Parahnya lagi, cara trainer nya nyampein juga kurang berkesan buat gue. Yang ada baru setengah jam, gue udah ngantuk berat. Ada yang senasib nggak disini? Hahahaha…

Sejak itu sih gue mau ikut webinar berbayar lagi udah males duluan. Atau kalau nggak, ya gue bakal selektif banget. Kalau penasaran buat ikutan, biasanya gue survey ke temen- temen dulu. Kenal nggak nih sama tutor ini, pernah ikut nggak, bagus nggak webinar nya.

Makanya waktu itu gue bela- belain join webinar Facebook Ads Mastery nya mas Nganu. Dan bener, materinya nendang abis! Gokilnya lagi sih, langsung praktek juga selama webinar berlangsung.

Jadi kita bisa tau settingan yang bener itu kayak apa, dan kesalahan yang gue atau peserta lainnya lakuin, langsung ketauan dan kebuka semua! Damn!

Langsung mbatin sih, ooooo ternyata ini yang bikin iklan gue nggak maksimal, tapi budget nya boncos terus. Kayak gini nih, baru webinar yang bener, wkwkwk

Kalau minggu depan sih webinar nya mas Nganu ada Marketplace Mastery. Penasaran banget kalau webinar nya bakal sebagus webinar yang pertama. Dapet ilmu daging yang langsung bisa dipraktekin dan langsung ngefek ke peningkatan omset gue sampai 300%.

Yes, 300%. Gokil abis emang!

Habis ini langsung otw buat join, ah! Takut nggak kebagian seat gue, wkwkwk

Dalam konten tersebut, copywriter sengaja menambahkan kata- kata yang mempunyai penekanan untuk membangkitkan emosi pembaca.

Misalnya penggunaan kata ‘Damn’, ‘Saya dulu memang paling ogah- ogahan’, ‘langsung ngefek ke peningkatan omset gue’, ‘parahnya lagi’, dan yang lainnya..

Nah, itu lah pengertian dari covert selling dan mengapa covert selling ini cukup bagus untuk digunakan sebagai teknik copywriting yang tept untuk audiens yang tidak suka diprospek.

Dan beberapa contoh di atas cukup memberikan gambaran seperti apa itu covert selling dan bagaiaman impact atau pengaruhnya terhadap calon konsumen kita. Mungkin kita sendiri secara tak sadar pernah menjadi sasaran propsek dari teknik copywriting ini.

Baca lanjutannya Strategi Menyusun Covert Selling